Di ujung kecantikan yang kau simpulkan
di balik kain putih bertanda kemaksuman
aku melihat kesunyian yang ramai pengandaian
menenggelamkan keramaian yang sunyi perhatian
melihatmu dekat tak seindah melihatmu jauh
sehingga mata-mataku tak bosan menggemuruh
melayangkan pandang di setiap sudut wajahmu
yang sudah menaburkan serpihan-serpihan salju
meski tak sedikit mata yang menjadi pengamat
tak jarang mataku yang tajam menapakimu berkuat
kesadaran pun akhirnya menggilas semangat
yang mulai tumbuh dan mulai terpikat
Aku mohon sadarkan aku dari kesadaranku
biarkan aku menyeberangi sunyi-sunyimu
itu sudah memicuku agar aku tetap tumbuh
sebagai penyair dalam pematang keramaianmu
18/05/2013
