Malam itu gerak-gerikku diawasi bulan
Melalui matanya yang melihatku segan
Itu adalah tanda yang kian menakutiku tajam
Jangan-jangan bulan pun tahu aku memeluk kerinduan
Aku pun berbisik kepada malam, kepada bulan
Aku sedang merindukan apa yang aku rindukan
Sedang yang aku rindukan lenyap dalam kenangan
Ia pun mati dalam jurang jawaban suram
Bulan hanya diam menatapku dalam
Menaburkan kilatan yang menyelimuti angan
Seolah memberi ramuan-ramuan pengobatan
Merangsang saraf-saraf yang mulai tak beraturan
Benar. Bulan tahu apa yang aku rasakan
Ramuannya menyelinap dalam sel kerinduan
Mengajari denyut nadi yang kian melamban
Agar terbangun dan kembali menakutkan
Di atas tanah kuukir atas nama kerinduan
Kuukir atas nama kebodohan
Kuukir atas nama kesombongan
“Cintaku mengalir ayat Tuhan”
17/05/2013
