Burung Merpati

Saat secarik kertas tergolek di lantai
kupungut ia dengan perasaan damai
menelusuri bagiannya pelan-pelan
kusadari ia kosong tanpa catatan

terbakarlah otakku untuk berkata
dan menuliskannya dengan bercerita
tentang dia, entah siapa namanya
kehadirannya melukiskan senyum ceria

Dia adalah si burung merpati
terbang di atas langit-langit mimpi
hinggap di sana, hinggap di sini
menggiring hasrat untuk memiliki

dia pun kini hinggap di jendela hati
membangun sarang di kelambu mimpi
membuatku senyum-senyum sendiri
aku terbangun. Oooh, ini hanyalah mimpi



08/08/2012

Kau di mana?

Hari ini aku menemukan arti cinta
saat kau mengalir di tepian mimpi buta
mengulurkan senyum penuh aroma
mengusir musuh-musuh dalam irama

Aku kira namamu sudah hilang. Ah!
semakin kuhapus, semakin nampak. Susah!
buta, memang mimpi ini sudah membabi buta
tak mau mengerti, tak tahu maunya apa

Kau di mana saat aku sangat tergugah
untuk membicarakan hal ini apa adanya?
Kau di mana saat hati ini mulai meronta
saat kau mencoba mendekati sumbu gelisah?

Aku tak tahu sekarang kau berada di mana
sampai aku menangis tanpa percikan air mata
bila menantimu adalah sebuah dosa,
matikan saja hub ini dengan sewajarnya



7/12/2012
Back to top