Semalam, di pasar, selepas salat petang,
aku melihat serombongan orang
membawa hati masing-masing
dibungkus kesucian sorban.
Takbir diserukan lantang.
“Allahu Akbar!” “Allahu Akbar!”
Lebih lantang mereka melanjutkan,
“Keimanan! Siapa yang hendak membeli keimanan!
Ada diskon besar-besaran!”
Seperti Ipin di film orang-orangan,
aku pun menggumamkan,
“Kasihan – kasihan – kasihan.”
Benar, mereka berani menjual hati berikut isi,
demi memanjakan perut doang.
Setelah barang dagangan terjual,
mereka pulang,
dengan senyum girang,
dengan senyum kemenangan.
Mereka pun kenyang
“Allahu Akbar!”
14/05/2014
Peluklah Aku
Peluklah aku, Ibu,
dan nyanyikan
kasidah bintang-bintang.
Sebab, tubuhmu sungai,
yang menghanyutkan sakitku
23/11/2013
dan nyanyikan
kasidah bintang-bintang.
Sebab, tubuhmu sungai,
yang menghanyutkan sakitku
23/11/2013
Di Matanya
Di matanya,
aku melihat serbuk-serbuk puisi,
seperti taburan kopi,
yang diseduh setiap pagi
14/11/2013
aku melihat serbuk-serbuk puisi,
seperti taburan kopi,
yang diseduh setiap pagi
14/11/2013
Tanpa Ragu
kasih, seperti dua
lebih besar dibanding satu,
tak ada lagi keraguan bagiku,
mencintaimu
12/05/2014
lebih besar dibanding satu,
tak ada lagi keraguan bagiku,
mencintaimu
12/05/2014
Seorang Pemanah
aku hanyalah seorang pemanah
busurku lidah
anak panahnya adalah doa
ia kulepaskan
dan melesat mencari sasaran.
ialah kau
semoga kau baik-baik saja
dalam rindu dan cinta
berikut setianya
11/05/2014
busurku lidah
anak panahnya adalah doa
ia kulepaskan
dan melesat mencari sasaran.
ialah kau
semoga kau baik-baik saja
dalam rindu dan cinta
berikut setianya
11/05/2014
Bagaimana Aku Bisa
Aku ini siapa?
Bagaimana aku bisa takabur
karena menjadi keturunan ahli dunia?
Padahal nanti aku akan menjadi
bara api neraka
Aku akan lebih menginginkan,
seandainya aku dulu
menjadi babi atau anjing
yang selamat dari segala siksa
Bagaimana aku bisa takabur
karena menjadi keturunan ahli agama?
Padahal tidak ada yang bisa
disombongkan dari diri si pendosa
Aku akan lebih menginginkan,
seandainya aku dulu
menjadi serigala
atau cacing saja
Bagaimana aku bisa sombong
karena nasibku?
Sementara diriku
tak memiliki perilaku yang sempurna
Lantas, apa yang bisa disombongkan
oleh gembel semacam diriku!
Bagaimana aku bisa?
Oh, bagaimana?
09/05/2014
Bagaimana aku bisa takabur
karena menjadi keturunan ahli dunia?
Padahal nanti aku akan menjadi
bara api neraka
Aku akan lebih menginginkan,
seandainya aku dulu
menjadi babi atau anjing
yang selamat dari segala siksa
Bagaimana aku bisa takabur
karena menjadi keturunan ahli agama?
Padahal tidak ada yang bisa
disombongkan dari diri si pendosa
Aku akan lebih menginginkan,
seandainya aku dulu
menjadi serigala
atau cacing saja
Bagaimana aku bisa sombong
karena nasibku?
Sementara diriku
tak memiliki perilaku yang sempurna
Lantas, apa yang bisa disombongkan
oleh gembel semacam diriku!
Bagaimana aku bisa?
Oh, bagaimana?
09/05/2014
Selimut Untuk Cinta
cinta, aku terus menyelimuti
makammu dengan basah lidahku
sebab aku takut
panas membuatmu kehausan
cinta, aku terus menyelimuti
makammu dengan doa-doaku
sebab aku tak ingin
hujan membuatmu kedinginan
09/05/2014
makammu dengan basah lidahku
sebab aku takut
panas membuatmu kehausan
cinta, aku terus menyelimuti
makammu dengan doa-doaku
sebab aku tak ingin
hujan membuatmu kedinginan
09/05/2014
Di Setiap Sepertiga Malam
di setiap sepertiga malam
selalu ada kamu
pecah di basah lidahku
tumpah di dalam doaku
maka aku merangkai doa itu
menjadi pelita
yang tak pernah padam
terang dan tak bosan kulisankan
di setiap sepertiga malam
senyuman dirimu memancar
membentuk jalan pulang
di sana kita akhirnya akan dipertemukan
maka aku mengukir senyuman itu
sebagai kehangatan
yang membuatku tenang
dalam sujud, dalam dekapan
06/05/2014
selalu ada kamu
pecah di basah lidahku
tumpah di dalam doaku
maka aku merangkai doa itu
menjadi pelita
yang tak pernah padam
terang dan tak bosan kulisankan
di setiap sepertiga malam
senyuman dirimu memancar
membentuk jalan pulang
di sana kita akhirnya akan dipertemukan
maka aku mengukir senyuman itu
sebagai kehangatan
yang membuatku tenang
dalam sujud, dalam dekapan
06/05/2014
Kamu Ular Berbisa
kamu adalah dunia
kamu ular berbisa
tubuhmu halus bila kusentuh
bisamu rakus membunuh ruhku
08/05/2014
kamu ular berbisa
tubuhmu halus bila kusentuh
bisamu rakus membunuh ruhku
08/05/2014
Subscribe to:
Comments (Atom)
