di setiap sepertiga malam
selalu ada kamu
pecah di basah lidahku
tumpah di dalam doaku
maka aku merangkai doa itu
menjadi pelita
yang tak pernah padam
terang dan tak bosan kulisankan
di setiap sepertiga malam
senyuman dirimu memancar
membentuk jalan pulang
di sana kita akhirnya akan dipertemukan
maka aku mengukir senyuman itu
sebagai kehangatan
yang membuatku tenang
dalam sujud, dalam dekapan
06/05/2014
