Burung Merpati

Saat secarik kertas tergolek di lantai
kupungut ia dengan perasaan damai
menelusuri bagiannya pelan-pelan
kusadari ia kosong tanpa catatan

terbakarlah otakku untuk berkata
dan menuliskannya dengan bercerita
tentang dia, entah siapa namanya
kehadirannya melukiskan senyum ceria

Dia adalah si burung merpati
terbang di atas langit-langit mimpi
hinggap di sana, hinggap di sini
menggiring hasrat untuk memiliki

dia pun kini hinggap di jendela hati
membangun sarang di kelambu mimpi
membuatku senyum-senyum sendiri
aku terbangun. Oooh, ini hanyalah mimpi



08/08/2012
Back to top