Batuk Ayah

Semalam suntuk ayah batuk-batuk.
Aku baru pulang dari kantuk,
ketika menengok kamar ayah.

Aku menatap ayah,
batuknya membentak.

Ragu-ragu aku berkata,
“Ayah, tidurlah.
Malam ini batukmu akan kubetulkan,
agar tak manja dan mengadat lagi.”

Esoknya ayah hilang.
Dua tiga hari hingga seminggu,
tak juga pulang,
sampai aku rindu
bagaimana batuknya sekarang.

“Ayah, bagaimana batukmu?”
                        ughuk...
           ughuk...
                                    ughuk...
ughuk...



28/05/2014
Back to top